Saturday, 3 June 2017

INDIA-HINDI

bismillah, hai blog...
aku ingin meriview film dari negara India yang recommend karena film ini adalah kisah nyata. Kalau membicarakan film India aku akan mengingat ia (singkong alias Dwi Giarti Safarini anak jurusan PLB/PKH dari jawa barat), bila sinetron/drama India aku akan ingat biyung hehehehe

Dua film dengan genre yang berbeda tapi merupakan kisah  nyata.
LION yang bergenre journey and family tapi untuk usia 13+ and Ae Dil Hai Mushkil genre romantic untuk usia 17+. Pemain utamnya adalah seorang aktor yang bisa dibilang nice looking dan ternyata tebakanku benar mereka adalah orang yang sama. Dua aktor sebagai peran utama ini, aku acungkan jempol buat aktingnya karena sangat menjiwai (sangat).

Sejujurnya aku tak menyukai film india, tapi karena virus menyebar dan film india sudah lebih baik seperti halnya film indonesia. 
aku akan sedikit menceritakan tentang film lion ini, sebuah keluarga yang tak memiliki ayah dengan 3 anak terdiri dari dua kakak laki-laki dan adik perempuan. Daerah pelosok dari India dengan mayoritas pekerjaannya adalah pengumpul batu dan serabutan. Keluarga yang idup pas-pasan bahkan kekurangan tapi masih ada cinta dan kasih sayang dalam keluarga tersebut.
Sebagaimana kakak tertua dan juga ia laki-laki, merasa bertanggung jawab pada keluarga untuk membantu ibu mencari nafkah. Hal inilah yang membuat sang adik tumbuh rasa bertanggung jawab pula untuk mencari nafkah menemani sang kakak. Sang ibu mengajarkan arti kejujuran, dua anak laki-laki ini terpaksa mencuri batu bara dalam kereta uap untuk satu/dua bungkus susu segar untu di minum bersama, saat ditanyakan dari mana asal uanng yang daapt membeli susu mereka hanya berdiam tak menjawab.
Hingga akhirnya sang kakak pergi merantau untuk bekerja di daerah yang berbeda selama satu minggu untuk menggangkut, tapi adik laki-laki membujuk terus untuk ikut mencari uang. 
Akhirnya mereka pergi dan sang adik dititpkan sementara sang ibu sudah pergi mencari nafkah.
ah, aku sampai lupa memperkenalkan nama peran mereka, kakak bernama Guudu dan adik lakinya Sharoo. Ini belum berakhir karena saat itu usia Sharoo yang masih usia +/- 5,6 tahun, banyak perjalanan yang dilalui yang berawal mencari Guudu, hingga akhirnya Sharoo usia 6/7 tahun, di adopsi dengan pasangan dari Australia yang baik hingga 25 tahun kemudian ia bertemu teman ya mempunyai asl sama India, tapi ia tak pernah lokasi tepatnya ia berasal. Beberapa teman pun memberikan saran untuk mencrinya dengan earth google. Hingga akhirnya mimpi dan rindu itu hadir terus-menerus sertaaaa penasaran kan? nonton aja deh ya.

semua usaha dan kepasrahan akan hadir kebahagian serta kejujuran tak luput dari semua itu (lion, kay,2017)




semua ost dalam film ini bagus semua walau aku tak paham artinya tapi good for ears, ternyata saat mencari tahu artinya itu menjadi inspirasi dan bulleya adalah lagu yang ancungannya jempolnya dari semua lagu ostnya. kisah ini menceritakan tentang teman yang tak bisa menjadi temn hidup karena perempuan tersebut mempunyai penyakit kanker dan laki-laki tsb akhirnya dapat menjadi penyanyi terkenal dengan tetap menyimpan rasa padanya (pokoknya kudu nonton laki yang diam-diam suka padahal teman hahaha)


=================================================

Bulleya merupakan nama panggilan dari seorang humanis, ahli filsafat, dan penyair sufi terkenal bernama asli Abdullah Shah, yang kemudian dikenal dengan nama Bulleh Shah Qadiri Shatari, atau biasa disingkat menjadi Baba Bulleh Shah atau Bulleh Shah saja. Beliau dipercaya lahir pada tahun 1680 Masehi di desa Uch, Bahawalpur, Punjab (sekarang masuk wilayah Pakistan). Beliau merupakan seorang muslim yang taat. Pada masa hidupnya, terjadi perselisihan berkepanjangan antara kaum Muslim dengan Sikh, namun keberadaan Bulleh Shah dianggap sebagai simbol harapan dan kedamaian masyarakat Punjab melalui syairnya dan sikapnya yang arif bijaksana.
Kepopuleran karyanya telah melewati batasan wilayah dan agama. Mulai dari penganut Hindu, Islam, hingga Sikh, semua menjadi pengagum syair-syairnya hingga saat ini. Sebagai bentuk penghormatan, telah begitu banyak syairnya yang digubah menjadi lirik lagu oleh para seniman di India dan Pakistan sejak zaman dahulu, mulai dari penyanyi jalanan hingga penyanyi papan atas dari berbagai macam aliran musik. Salah satunya syairnya, Dama Dam Mast Qalandar, telah menjadi lagu yang paling sering dinyanyikan dan diaransemen ulang oleh penyanyi-penyanyi seperti Noor Jehan, Ustad Nusrat Fateh Ali Khan, Sabri Brothers, dan Runa Laila. Bahkan lagu ini menjadi lagu wajib di setiap pesta pernikahan masyarakat India-Pakistan. Syair lainnya yang pernah digubah menjadi lagu antara lain adalah lagu Chhaiyya Chhaiyya dan Thayya Thayya dari film Dil Se, serta lagu Bullah Ki Jaana yang pernah dinyanyikan Rabbi Shergill dan band rock asal Pakistan, Junoon.
====================
BULLEYA (OST AE DIL HAI MUSHKIL)
Sung by Amit Mishra & Shilpa Rao
Music by Pritam
Lyrics by Amitabh Bhattacharya
*****
Meri Rooh Ka Parinda Phadphadaaye
(burung penjelmaan jiwaku terbang mengepakkan sayap)
Lekin Sukoon Ka Jazeera Mil Na Paaye
(namun tak kunjung ia jumpai tanah kedamaian)
Ve Ki Karaan, Ve Ki Karaan
(kuharus berbuat apa? kuharus berbuat apa?)
Ek Baar Ko Tajalli Toh Dikha De
(sekali saja tunjukkanlah berkas cahayamu)
Jhoothi Sahi Magar Tasalli Toh Dila De
(meskipun palsu namun berilah aku penghibur hati)
Ve Ki Karaan, Ve Ki Karaan
(kuharus berbuat apa? kuharus berbuat apa?)
Raanjhan De Yaar, Bulleya
(wahai kawan para pencinta, Bulleya)
Sun Le Pukaar, Bulleya
(dengarlah panggilan ini, Bulleya)
Tu Hi Toh Yaar, Bulleya
(hanya kau kawanku, Bulleya)
Murshid Mera, Murshid Mera
(oh pemandu spiritualku)
Tera Mukaam, Kamle..
(tempat tinggalmu, oh si Sinting..)
Sarhad Ke Paar, Bulleya
(ada di seberang perbatasan, Bulleya)
Parvardigaar, Bulleya
(Tuhan Yang Maha Memelihara, Bulleya)
Haafiz Tera, Murshid Mera
(Dia adalah pelindungmu, oh pemandu spiritualku)
*****
Main Kabul Se Mitti Titli Ki Tarah Muhajir Hoon
(aku bagaikan kupu-kupu yang hijrah dari tanah Kabul*)
*Kabul adalah nama ibukota Pakistan
Ek Pal Ko Thehroon, Pal Mein Udd Jaaoon
(sesaat kuberhenti, saat berikutnya kuterbang pergi)
Ve Main Taan Hoon Pagdandi Labhdi Ae Jo Raah Jannat Di
(aku bagaikan jalan kecil yang mencari jalan besar menuju surga)
Tu Mude Jahaan Main Saath Mud Jaaoon
(ke mana kau berbelok, kuikut berbelok bersamamu)
Tere Karwaan Mein Shaamil Hona Chaahoon
(kuingin turut serta dalam kafilahmu)
Kamiyaan Taraash Ke Main Kaabil Hona Chaahoon
(setelah membabat segala nista, kuingin menjadi orang yang berharga)
Ve Ki Karaan, Ve Ki Karaan
(kuharus berbuat apa? kuharus berbuat apa?)
*****
Raanjhana Ve, Raanjhana Ve…
(oh kekasih, oh kekasih)
Jis Din Se Aashna Se Do Ajnabi Hue Hain
(sejak kita berubah dari sepasang kekasih menjadi dua orang asing)
Tanhaaiyon Ke Lamhe Sab Multavi Hue Hain
(semua masa-masa kesendirian telah tertangguhkan)
Kyun Aaj Main Mohabbat Phir Ek Baar Karna Chaahoon, Haan…
(lalu mengapa hari ini kuingin jatuh cinta lagi, ya..)
Yeh Dil Toh Dhoondhta Hai Inkaar Ke Bahaane
(hati ini mencari alasan untuk mengingkarinya)
Lekin Yeh Jism Koi Paabandiyan Na Maane
(namun tubuh ini tak ingin dikekang)
Mil Ke Tujhe Bagaawat Khud Se Hi Yaar Karna Chaahoon
(ingin rasanya kumenemuimu dan memberontak pada diriku sendiri)
Mujh Mein Aggan Hai Baaki, Aazma Le
(masih ada bara asmara tersisa dalam diriku, cobalah kau uji)
Le Kar Rahi Hoon Khud Ko Main Tere Hawaale
(kubawa diriku sendiri untuk kuserahkan kepadamu)
Ve Raanjhana, Ve Raanjhana
(oh kekasih, oh kekasih)
====================
Bahasa Indonesia translation by admin #Dev KFBI

Sumber : (Komunitas Fans Bollywood Indonesia bersama Dy Punk. 26 September 2016) https://www.facebook.com/FansBollywoodClub/photos/pb.142613945787869.-2207520000.1474857652./1096635410385713/?type=3


ambil hikmah dan pelajaran dari film yang kau tonton untuk hidup, memang semua tak selalu manis karena harus merasakan semua rasa...

No comments:

Post a Comment