Wednesday, 3 December 2014

-kado-

Iyung atau biyung
Maaf bila selalu membuatmu kecewa atau terkadang sedih, belum dapat memberikanmu yang terbaik, menjaga kesehatan ini pun aku masih tak mampu.
Tak dapat membuat sebuah tulisan yang baik apalagi sebuah puisi yang cantik. Seperti halnya ayah katakan tak ada kata ulang tahun di islam, mungkin ini ku anggap sebagai pengingat untukku untukmu dan untuk semuanya.
Usia disini selalu bertambah tapi disana usiamu semakin berkurang dan menurun seperti tubuhmu dan ingatanmu, yang kini tak seperti dulu seperti aku masih di gendong olehmu.
Iyung sosok yang sering kusebut untuk ibu, kulitmu sudah tak kencang seperti anak muda,  kau pun sering mengeluh untuk penglihatanmu yang  sering kau sebut sudah tak seperti muda harus memakai kacamata, kekuatanmu pun semakin kewaktu makin menua tak seperti sediakala aku pun menyadarinya. Maaf di usiamu ini aku belum memberikan yang terbaik dari yang terbaik. Ucap doa pada Sang Illahi setiap setelah sholat kupanjatkan untukmu agar iyung selalu sehat, diberi umur panjang dan selalu dapat tersenyum dan tertawa, kebagahian yang ada pada dirimu setiap harinya. Tak mampu mulut ini berucap saat jauh disana dengan kondisi yang tak baik, hanya ingin engkau selalu bahagia saat aku tak ada disampingmu iyung.
Iyung selamat hari kelahiran, dimana usia anakmu sudah menempati angka dua, anakmu yang kedua baru menginjak tujuh belas tahun dan anak ketiga sebelas tahun. Iyung, engkau masih memperlihatkan engkau masih kuat, masih mampu dan sehat karena engkau tak mau anak-anakmu lemah, tak mau anakmu nanti menjadi anak yang tak sholeh dan tak cerdas. Kau sosok yang mempunyai inspirasi bagiku dan bagi anak-anakku kelak nanti. Sekali lagi maafkan aku belum mampu memberikan apapa bagimu iyung. tetaplah sehat dan hirup udara ini dengan ikhlas dan bahagia. Kuatlah hingga akhirnya kau melihat cucu, cicit dan cecet cocot atau sebutan lainnya ya iyung.

Aku sangat sayang iyung.

Terima kasih telah menjadi iyungku...

No comments:

Post a Comment