Thursday, 17 July 2014

Memang kota, kota metropolitan

Hai keyword, aku ingin bercerita beberapa hari ini aku sudah tinggal dimana semua berkumpul, bahagia dan menyenangkan dapat kembali untuk sekian lama (berasa lagu anaknya bang rhoma hahaha )  lanjut lagi, bisa bertengkar kembali, mendengar celoteh-celoteh mereka, kelakuan mereka yg unik dan yang pasti bisa bertemu dengan tempat favorite dirumah. Judul yang kubuat adalah keadaan dimana saat ku pulang bukan bermain dan bertemu orang yang menjadi inspirasi dalam lembaran hidup yang lampau tapi tanggung jawab sekalian jalan-jalan dan menghapal daerah yang pernah kulewati bahkan blm. Bersama kedua kaki, semangat dan apa ya, oh dan kehidupan tpkota jakarta yang terik dan ramai. Mobil motor dimana-mana, tak pernah sepi bahkan panas terik pun tetap saja ramai.
Tak lupa kendaraan yang bergandengan dan masinis serta supir ku berterimakasih sudah mengantarku ketempat tujuan.
Berangkat pagi melihat rutinitas para pegawai, berdesak - desakan akhirnya mengurungkan dan berdiam sejenak sampai situasi dalam kotak tersebut sedikit sepi walau tetap harus berdiri tapi tak berdesakan. Semua telah selesai dan ternyata sampai ditempat yang nyaman, matahari pun sudah beristirahat. Tetap semangat walau raga sudah memberikan respon yg berbeda. Sehari, dua, tiga, empat hari dan selanjut akhirnya raga memberontakan pada pagi hari. Menyebalkan tapi ini salahku tak menjaganya memberika porsi yang melebihi batas kewajaran, jarak yg melebihi kebiasaan tanpa berhenti. Diam pun kulakukan tak ingin membuat orang tapi tak bisa karena harus berobat.
Ada hal lucu dalam perjalananku ini, aku mencoba menaiki CITY TOUR, bus tingkat yang ber AC dan akan mengantarkan keliling kota jakarta tanpa biaya alias gratis loh, menyenangkan, setelah itu respon dari kesekretariat yang bersahabat dengan senyuman dan obrolan yang mengasikkan lalu keramaian dalam kotak yang tak pernah kulihat langsung, dan hanya dapat ku lihat di sebuah televisi yang awalnya tak percaya apakah seperti itu, tapi memang itu benar adanya, untuk menghidupi diri, orang tersayang mereka rela melakukan itu semua dikota yang ramai ini, kota yang membuat orang berbondong-bondong menjadi manusia, menjadi impian yang diharapkan, menjadikan kota ini sebagai nasib mereka.
Oh iya walau begitu beberapa hari saat itu banyak kabar yang membuat cahaya itu menyala satu persatu, semoga tekad dan semangat semua serta fokus mereka membuat semua berjalan dengan lancar, hanya beberapa tekad yang menyala tapi sangat memungkinkan rasa tekad ini membuat yang redup dapat berkobar kembali.
Semangat 1000 cahaya! Untuk INDONESIA,  BISA!

No comments:

Post a Comment