Sunday, 18 May 2014

pengecut

Pengecut sebutlah diriku, keinginan besar berucap dengan keberanian disaat tak pernah melihat, tapi kekita muncul semua menjadi takut, takut semua akan tanggapan yang pernah terlontar akan menyakitkan, padahal ungkapankanlah saat benar berbeda, saat memang ternyata sedang salah, dan ternyata sedang memerlukan kamu, pengecut begitu pengecutnya, hanya dapat melihat dan tersenyum karena kondisi yang baik-baik saja. Pengecut ini tak sanggup, kalian begitu perfect, mungkin apapun kalian dapat lakukan, pengecut dan begitu perasanya diriku hingga tak berani untuk berucap hai atau menyebutkan nama, sudah lelah tapi pengecut dengan keberanian yang hanya dipendam tak bisa direalisasikan, ha!!!! Bantulah agar semua berakhir.
Tapi.....
Kamu, kamu, kalian, mereka sudah menganggapku seperti dulu,dulu tak mengenal

Maaf mungkin kamu,kamu,kalian,mereka sudah berbahagia dan tak memikirkan hal ini, apa bisa kembali seperti dulu? Hanya harapan kecil karena pengecut tak dapat berucap.

No comments:

Post a Comment