Saturday, 9 March 2013

Jumat tanggal delapan maret duaribu tigabelas


Perjalanan hidup menjadi bolang dimulai..
Dimulai pada jam 9 pagi berangkat dari asrama cilimus indah yang jauuuh ke luar jalan raya(hahaha) dengan tidak tahu jalan menuju lokasi yang dituju dan bersama teman yang berjanijan di daerah bandung yang masih asing namanya yaitu “lekong”.
Ternyata angkot yang dinaiki mengantarkan sampai terdapat angkot yang menuju lokasi dituju bukan tempat yang temanku janjian, karena itu aku menelfonnya dan ia sudah sampai akhirnya mundur dari perjalananan itu agar menemukan teman ini, dan hal bodohnya yaitu kenapa tidak menanyakan pada masyarakat sekitar tempat janjian kami dan dan tahukah untung tidak melaju terlalu jauh mundur ternyata  itu salah untung nanya ibu ibu (makasih ya bu hehehe)
Langkah-langkah perjalan tempat yang tadi telah terlewati dan menemukan teman ini (lucunya tanpa janjian pakaian yang dipakai warnanya sama, oooooh hahahaha).  Akhirnya kami pun naik angkot warna biru tanpa tahu dimana akan turun dan mencari-cari lampu merah (karena berenti disana sesuai rujukan teman yang pernah kesana) agar tidak nyasar dan bilang ke pak supir angkot “pak PALASARI ya”  tanpa disadari kami pun udah sampai (ternyata dekat)
Karena bingung milih yang mana toko yang akan kita cari akhirnya toko paling awal tanpa mencari kesana kemari (mencaricari dalam daftar isi, ada engga dan penjual pun mencari cari mana yang diingikan dan memberi list buku matkul yang sesuai) akhirnya menemukan buku yang diinginkan dan tawar menawar pun terjadi dan aku menaaaaaaaaaaaaaaaang!!! Hahaha
Karena buku sudah didapati akhirnya jalan-jalan melihat apa yang di jajakan di sana, ada novel, stempel, komik. Tak tahu kenapa berenti di toko yang menjualkan komik dan novel dan juga majalah lalu menanyakan “apakah ada komik GODHAND TERU” ternyata jawaban yang diterima adalah “yah neng maaf lagi kosong”. Khornya ada juga yang tau komik itu cetusku, penjual pun berkata “iya tau atuhlah neng, coba yang lain aja komiknya”. Da aku suka bacanya yang ituuuu
Lewatlah akangakang mahasiswa, gatau kenapa beberapa saat kemudian ada yang aneh dan benar saja aku bertemu anak perempuan yang  kutunggu kabarnya, dan pertemuanini berasa  reunian beberapa tahun ga ketemu.
Sepanjang perjalanan isinya curhatan anak perempuan ini dan temen satu ini tersenyum melihatku dengannya.  Akhirnya dia mendapatkan buku itu sambil terus berjalan menuju tempat temannya dan bercerita tanpa hentinya.
Saat itu hari wanita yang lucunya teman yang ini mengatakan "karena hari ini peringatan hari wanita harusnya barang" yang berbau wanita diskon besar-besaran" dasar bodor, sesampainya disana melihat sekeliling apa saja ada yang disana,satu tempat terlawati dan akhirnya kami berempat duduk sambil menunggu selesai sholat jumat (karena tak bisa lewat) dengan cerita demi cerita, canda tawa lelah pun hilang, tapi ada satu hal yang membuatku miris bukannya mendengarkan khotbah didalam majid malah berpacaran lalu sholat dan jualan apa itu kah sah? apa semudah itukah mereka melanggarnya? (istigfar) kapan semua ini merubah menjadi lebih baik..





Setelah selesai sholat jumat disana kami pun beranjak pergi untuk melanjutkan perjalanan, dengan tak tahu dan tidak memiliki peta dengan kepercayaan kalau ‘mau nanya ttg jalan dan gatau kita mau naik apa tanyalah kepada tukang parkir’  dan benar tukang parkir itu menunjukkan arah jalan,karena teman dari temanku sudah lelah ia tidak ikut dan kembali pulang dan kita pun berpisah dan bertiga untuk menjadi BOLAAANG *hahahaha
Dengan menanyakan kepada supir angkot dan sesuai dengan arah tujuan kami pun naik dan tak disangka supir angkot ini mantan pembalap (ngebuuuuuuut kayak yang lain ngontrak dah)
Dengan beberapa menit tanpa menunggu lama kita sampai tempat tujuan...
MASJID AGUNG BANDUNG atau alun-alun bandung karena kedua teman lafar akhirnya mereka makan dan aku berjalan-jalan melihat sekitar (sekalian belanja juga) tapi karena kurang klep belanja sendirian akhirnya kembali kepada temanku yang sedang makan dan saat menghampiri kedua teman ini ada sesorang anak yang meminta uang karena lapar setelah mendapatkan rezekinya ia kembali kepada teman-temannya tak disangka mereka berkumpul bukan mengobrol tapi BELAJAR MEMBACA...(subhanallah)

-walaupun mereka kekurangan dalam hal materi tapi keinginanan untuk belajar sangatlah tinggi, rasanya miris melihat calon penerus bangsa yang giat dan tak punya biaya untuk pendidikan dan waktunya untuk meminta agar mendapatkan sesuap nasi-


kami pun tersenyum saat melihat kecerian mereka saat membaca bersama, begitu bahagia mereka dan melupakan sesaat bahwa mereka harus bekerja kembali, setelah selesai makan dengan lantangnya temaku yang satu ini mengatakan bahwa kita kesana dan memberikan uang sebagai jajanan. Tak ku sangka benar dan membuat ingin menangis dengan spontannya temanku ini memegang adik kecil yang masih duduk di dekat taman dan begitu kagetnya kami menghampiri mereka dengan pertanyaan kecil adik itu pun seakan kami sudah akrab dengannya dan tak diduga kawan-kawannya pun datang dengan ikut obrolan kecil ini.
Yang paling membuatku ingin mengajarkan mereka lebih saat mereka bilang “dia yang paling pintar dan bisa membaca sendiri tanpa perantara pengajar” begitu cerdasnya anak itu dan mengajarkan pada kawan-kawannya ilmu yang dimiliki ia..

-apa yang harus kita lakukan sebagai orang yang mampu mendapatkannya/ apa lagi yang sudah berkecukupan? LIHATLAH MEREKA !!! apa kau tega memakan hak mereka dan bersenang-senang? Mana hati nuranimu kau melebihi jahatnya binatang!!! Aku miris melihat kalian yang memamerkan semua karena itu semua bukan milik dan hak kalian tapi HAK MEREKA! MEREKA!-

aku pun kagum pada mereka maupun teman yang satu ini begitu spontan karena dengan itu kita melihat dan bertemu langsung tanpa harus melihat dari kejauhan :")



setelah itu kami melajutkan perjalanan, beristirahat (sholat) dan melihat begitu bahagianya saat kecil, kecerian begitu indah tanpa mengetahui bagaimana kerasnya hidup dan pahitnya tapi merka begitu bahagia..

ini dia foto yang membuatku rindu pada saat kecil..
 

begitunya mencari sesuap nasi untuk keluarga mencari nafkah yang halal dan selalu ingat pada keluarga 



 mungkin sekian ceritaku...

No comments:

Post a Comment